Budaya organisasi yang cocok untuk saya adalah tentunya yang ramah
lingkungan, saling menghargai satu sama lain, dan membangun organisasi dengan
rasa kekeluargaan tak ada yang namanya saling menjatuhakan sesama karyawan
walaupun tak dapat dihindari, tentunya dengan fasilitas yang baik dan memadai.
Untuk kepemimpinan yang ideal terdapat beberapa point seperti di
bawah ini:
Pendekatan dalam
Kepemimpinan
Kepemimpinan
adalah suatu konsep yang kompleks sehingga para ahli mengkaji masalah ini dari
aneka sisi. Masing-masing sisi memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.
Sebagai contoh, penulis seperti Peter G. Northouse membagi pendekatan
kepemimpinan menjadi:
1.
Pendekatan Sifat
(Trait);
2.
Pendekatan
Keahlian (Skill);
3.
Pendekatan Gaya (Style);
4.
Pendekatan
Situasional;
5.
Pendekatan
Kontijensi;
6.
Teori Path-Goal;
7.
Teori
Pertukaran Leader-Member;
8.
Pendekatan
Transformasional;
9.
Pendekatan
Otentik;
10.
Pendekatan Tim;
11.
Pendekatan
Psikodinamik.
Pendekatan sifat termasuk pendekatan kepemimpinan yang
paling tua. Pendekatan sifatmenganggap pemimpin itu dilahirkan (given)
bukan dilatih atau diasah. Kepemimpinan terdiri atas atribut tertentu yang
melekat pada diri pemimpin, atau sifat personal, yang membedakan pemimpin dari
pengikutnya. Sebab itu, pendekatan sifat juga disebut teori kepemimpinan orang-orang
besar. Lebih jauh, pendekatan ini juga membedakan antara pemimpin yang
efektif dengan yang tidak efektif. Pendekatan ini dimulai tahun 1930-an dan
hingga kini telah meliputi 300 riset.
Fokus pendekatan
sifat semata-mata pada pemimpin per se. Pemimpin berbeda
dengan pengikut akibat ia punya sejumlah sifat kualitatif yang tidak dimiliki
pengikut pada umumnya. Setelah merangkum studi yang dilakukan oleh Ralph Melvin
Stogdill (1948), Mann (1959), Stogdill (1974), Lord, DeVader, and Alliger
(1986), Kirkpatrick and Locke (1991) dan Zaccaro, Kemp, and Bader
(2004), Peter G. Northouse menyimpulkan sifat-sifat yang melekat pada diri
seorang pemimpin yang melakukan kepemimpinan (menurutpendekatan sifat)
adalah sifat-sifat kualitatif berikut:
1.
Intelijensi – Pemimpin cenderung punya intelijensi dalam
hal kemampuan bicara, menafsir, dan bernalar yang lebih kuat ketimbang yang
bukan pemimpin.
2.
Kepercayaan
Diri – Kepercayaan
diri adalah keyakinan akan kompetensi dan keahlian yang dimiliki, dan juga
meliputi harga diri serta keyakinan diri.
3.
Determinasi – Determinasi adalah hasrat menyelesaikan
pekerjaan yang meliputi ciri seperti berinisiatif, kegigihan, mempengaruhi, dan
cenderung menyetir.
4.
Integritas – Integritas adalah kualitas kujujuran dan
dapat dipercaya. Integritas membuat seorang pemimpin dapat dipercaya dan layak
untuk diberi kepercayaan oleh para pengikutnya.
5.
Sosiabilitas – Sosiabilitas adalah kecenderungan pemimpin
untuk menjalin hubungan yang menyenangkan. Pemimpin yang menunjukkan
sosiabilitas cenderung bersahabat, ramah, sopan, bijaksana, dan diplomatis.
Mereka sensitif terhadap kebutuhan orang lain dan menunjukkan perhatian atas
kehidupan mereka.
Sementara itu,
secara kuantitatif, pendekatan sifat memilah indikator kepemimpinan
yang juga dikenal sebagai The Big Five Personality Factors sebagai
berikut:
1.
Neurotisisme– Kecenderungan menjadi depresi, gelisah,
tidak aman, mudah diserang, dan bermusuhan;
2.
Ekstraversi– Kecenderungan menjadi sosiabel dan tegas
serta punya semangat positif;
3.
Keterbukaan– Kecenderungan menerima masukan, kreatif,
berwawasan, dan punya rasa ingin tahu;
4.
Keramahan– Kecenderungan untuk menerima, menyesuaikan
diri, bisa dipercaya, dan mengasuh; dan
5.
Kecermatan– Kecenderungan untuk teliti, terorganisir,
terkendali, dapat diandalkan, dan bersifat menentukan.
Kelima faktor
yang dapat dikuantifikasi di atas, lewat sejumlah riset, punya korelasi kuat
dengan kepemimpinan-kepemimpinan tertentu di dalam organisasi.
Pendekatan
Keahlian punya fokus yang sama dengan pendekatan sifat yaitu
individu pemimpin. Bedanya, jika pendekatan sifat menekankan
pada karakter personal pemimpin yang bersifat given by God,
maka pendekatan keahlian menekankan pada keahlian dan
kemampuan yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh siapapun yang ingin
menjadi pemimpin organisasi.
Jika pendekatan
sifat mempertanyakan siapa saja yang mampu untuk menjadi
pemimpin, maka pendekatan keahlian mempertanyakan apa
yang harus diketahui untuk menjadi seorang pemimpin. Definisi pendekatan
keahlian adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengetahuan dan
kompetensi yang ada dalam dirinya untuk mencapai seperangkat tujuan. Keahlian,
menurut pendekatan keahlian dapat dipelajari, dilatih, dan
dikembangkan.
Pendekatan
Keahlian terbagi dua : (1) Keahlian Administratif Dasar, dan
(2) Model Keahlian Baru. Keahlian Administratif Dasar terdiri
atas penguasaan dalam hal: Teknis, Manusia, dan Konseptual.
Keahlian
Administratif Dasar. Kepemimpinan
banyak didasari oleh tiga keahlian administrasi dasar yaitu: teknis, manusia,
dan konseptual. Keahlian-keahlian ini berbeda sesuai sifat dan kualitas seorang
pemimpin.
1. Keahlian
Teknis. Keahlian ini merupakan pengetahuan mengenai dan kemahiran atas
jenis pekerjaan tertentu. Keahlian ini meliputi kompetensi-kompetensi di area
spesialisasi tertentu, kemampuan analitis, dan kemampuan menggunakan alat dan
teknik yang tepat. Contoh, di perusahaan software komputer,
keahlian teknis dapat meliputi pengetahuan bahasa program dan bagaimana
memprogramnya, serta memastikan hasilnya dapat dimanfaatkan oleh para klien.
2. Keahlian
Manusia. Keahlian Manusia adalah pengetahuan mengenai dan kemampuan bekerja
dengan orang lain. Keahlian ini beda dengan keahlian teknis, di mana keahlian
manusia berorientasi manusia, sementara keahlian teknis berorientasi benda.
3. Keahlian
Konseptual. Keahlian konseptual adalah kemampuan untuk
bekerja dengan gagasan-gagasan dan konsep-konsep. Jika keahlian teknis bicara
tentang kerja dengan benda, keahlian manusia bicara tentang kerja dengan
manusia, maka keahlian konseptual bicara tentang kerja dengan
ide atau gagasan. Pemimpin yang punya keahlian konseptual merasa
nyaman tatkala bicara tentang ide yang membentuk suatu organisasi dan dapat
melibatkan diri ke dalamnya. Mereka mahir menempatkan tujuan organisasi ke
dalam kata-kata yang bisa dipahami oleh para pengikutnya.
Model Keahlian
Baru. Model Keahlian
Baru dikenal juga dengan nama Model Kapabilitas. Model ini
menguji hubungan antara pengetahuan dan keahlian seorang pemimpin dengan
kinerja yang ditunjukkan oleh pemimpin tersebut dalam memimpin.
Pendekatan gaya kepemimpinan menekankan
pada perilaku seorang pemimpin. Ia berbeda dengan pendekatan sifat yang
menekankan pada karakteristik pribadi pemimpin, juga berbeda dengan pendekatan
keahlian yang menekankan pada kemampuan administratif pemimpin. Pendekatan gaya
kepemimpinan fokus pada apa benar-benar dilakukan oleh pemimpin dan
bagaimana cara mereka bertindak. Pendekatan ini juga memperluas kajian
kepemimpinan dengan bergerak ke arah tindakan-tindakan pemimpin terhadap anak
buah di dalam aneka situasi.
Pendekatan ini
menganggap kepemimpinan apapun selalu menunjukkan dua perilaku umum : (1) Perilaku
Kerja, dan (2) Perilaku Hubungan. Perilaku kerja memfasilitasi
tercapainya tujuan: Mereka membantu anggota kelompok mencapai tujuannya. Perilaku
hubunganmembantu bawahan untuk merasa nyaman baik dengan diri sendiri,
dengan orang lain, maupun dengan situasi dimana mereka berada. Tujuan
utama pendekatan gaya kepemimpinan adalah
menjelaskan bagaimana pemimpin mengkombinasikan kedua jenis perilaku (kerja dan
hubungan) guna mempengaruhi bawahan dalam upayanya mencapai tujuan organisasi.
Pendekatan gaya kepemimpinan secara
singkat direpresentasikan oleh tiga riset yang satu sama lain berbeda. Pertama,
riset Ohio State University yang diadakan di akhir 1940-an
lewat karya Stogdill (1948), yang memberi perhatian yang lebih dari sekadar
sifat dalam mengkaji kepemimpinan. Kedua, riset yang diadakan
di University of Michigan yang mengeksplorasi bagaimana
kepemimpinan menjalankan fungsinya di dalam kelompok kecil.Ketiga, riset
yang diawali oleh Blake dan Mouton di awal 1960-an yang mengeksplorasi
bagaimana manajer menggunakan perilaku kerja dan hubungannya dalam konteks
organisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar